Hijau Tanpa Merusak: Penghijauan Ramah Konstruksi Hadirkan Wajah Baru Jalur Kesugihan–Pulung

Ponorogo 4/2/2026, Upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mempertahankan fungsi infrastruktur jalan terus dilakukan di wilayah Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan penghijauan ramah konstruksi jalan, ratusan bibit tanaman ditanam di sepanjang Jalan Kesugihan–Pulung pada 4 Februari 2026. Program ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan jalur transportasi yang lebih teduh, aman, serta ramah lingkungan tanpa mengganggu struktur perkerasan maupun sistem drainase jalan.

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pulung tersebut melibatkan berbagai unsur kolaboratif, mulai dari Bidang P2KLKSDALH bersama Forkopimka Pulung, pemerintah desa, hingga komunitas lingkungan seperti Komunitas Hijau Lestari, Ponorogo Resik-resik, Pepeling, serta para pelajar. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan jalan strategis penghubung antarwilayah tersebut.

Sebanyak 400 batang tanaman Tabebuya ditanam dengan metode penghijauan ramah konstruksi, yakni memilih jenis tanaman berakar tidak merusak struktur jalan, menjaga jarak aman dari badan jalan dan saluran air, serta menerapkan teknik penanaman sederhana yang mudah dipelihara. Kepala Bidang P2KLKSDALH dalam keterangannya menyampaikan, “Penghijauan ramah konstruksi jalan di Jl. Kesugihan–Pulung merupakan upaya menjaga fungsi infrastruktur sekaligus melestarikan lingkungan, sehingga tercipta jalan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.” Ia menambahkan, “Hijau tanpa merusak, membangun jalan sambil menjaga lingkungan.”

Program ini bertujuan mengurangi debu dan polusi udara akibat aktivitas lalu lintas, meningkatkan estetika kawasan jalan, sekaligus mencegah erosi tanah di sekitar bahu jalan. Selain itu, keberadaan vegetasi diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, terutama pada jalur yang memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi.

Berdasarkan data lapangan, penerapan konsep penghijauan ramah konstruksi di jalur tersebut berpotensi meningkatkan kualitas lingkungan tanpa mengganggu fungsi struktural infrastruktur jalan. Kegiatan ini juga disertai rencana pemeliharaan rutin berupa penyiraman dan pemangkasan tanaman agar pertumbuhan tetap optimal serta keberlanjutan manfaat penghijauan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.