Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo resmi melaksanakan launching Bank Sampah ASN pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Pendopo Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DLH serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah domestik dari kawasan perkantoran sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di kalangan ASN.
Launching Bank Sampah ini dilaksanakan berdasarkan instruksi Plt Bupati Ponorogo melalui Surat Edaran Bupati tentang pembentukan Bank Sampah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya strategis mengurangi pasokan sampah menuju TPA Mrican yang saat ini mengalami overload dan masih menerapkan sistem open dumping. Dengan adanya pengelolaan sampah dari sumbernya, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara bertahap.
Dalam pelaksanaannya, setiap ASN yang menjadi nasabah bank sampah ditargetkan dapat menyetorkan sampah minimal 2 kilogram setiap bulan. Setoran sampah dapat dicicil melalui pengumpulan rutin yang akan dilaksanakan setiap hari Jumat dan diperingati sebagai “Hari Pengumpulan Bank Sampah”. Jenis sampah yang dapat disetorkan meliputi sampah plastik seperti botol, gelas, galon, kantong kresek, dan tutup botol; sampah kertas seperti kardus, HVS, kertas buram, duplek, hingga tray telur; logam dan e-waste seperti besi, kaleng, monitor komputer rusak, CPU rusak, dan printer rusak; serta sampah lain seperti minyak jelantah, botol beling, dan gabus sandal.
Keberadaan bank sampah tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi bagi para nasabahnya. Melalui sistem ekonomi sirkular, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dipilah dan dikonversi menjadi tabungan maupun nilai ekonomi tambahan. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo berharap launching Bank Sampah ASN ini dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lain maupun masyarakat luas dalam mendukung pengurangan sampah di Kabupaten Ponorogo. Melalui gerakan kolektif dan konsisten, DLH Ponorogo optimistis budaya memilah sampah dapat tumbuh di lingkungan perkantoran dan menjadi solusi nyata menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.




